6/23/2009

Berbagai Jurusan IT Diantara Kita

Banyaknya jurusan-jurusan IT yang ada memang terkadang membingungkan kita, baik yang memang berminat untuk studi tentang IT maupun hanya sekedar pemerhati awam. Namun disini saya berusaha memberikan penjelasan—semoga singkat dan padat—tentang Jurusan-Jurusan IT yang ada, mengingat saya juga kuliah di Teknik Informatika lho. Hehe… Oke, langsung aja disimak gan…

Indonesia mengadaptasi, sekali lagi saya tekankan “hanya mengadaptasi” bukan mengadopsi Computing Curricula, yaitu sebuah Panduan Kurikulum Bidang Komputer (Computing) yang diterbitkan secara berkala oleh:


Beberapa dokumen usulan kurikulum yang diajukan APTIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer) juga mengacu kepada Computing Curricula tahun 2001 dan 2005. Karena kita hanya mengadaptasi, maka penamaan jurusan dan nama mata kuliah tidak sepenuhnya sama dengan Computing Curricula. Computing Curricula membeberkan panduan tentang penyelengaraan, penamaan mata kuliah (beserta pembobotan per SKS), dan penyusunan kurikulum yang mencakup 5 jurusan, yaitu:

1. Computer Science, disebut pula jurusan/program studi Teknik Informatika (ITB, UNDIP) dan Ilmu Komputer (UI, UGM) di Indonesia
2. Computer Engineering, disebut pula jurusan/program studi Teknik Komputer (UI) dan Sistem Komputer (UNDIP) di Indonesia
3. Information System, disebut pula jurusan/program studi Sistem Informasi (UI) dan Manajemen Informatika (IT TELKOM) di Indonesia
4. Information Technology, atau yang lebih dikenal Teknologi Informasi, dimasukkan menjadi Mata Kuliah Tingkat Satu pada jurusan/program studi TI dan ILKOM di Indonesia
5. Software Engineering, atau yang lebih dikenal Rekayasa Perangkat Lunak (disingkat RPL), dimasukkan menjadi Mata Kuliah Tingkat Dua pada jurusan/program studi TI dan ILKOM di Indonesia



Dari berbagai macam jurusan diatas—yang notabene membingungkan para awam dan tak jarang para mahasiswa—sebenarnya yang membedakan hanyalah pembobotan per jurusan. Sepele memang, namun hal inilah yang akan menentukan jalur karier dan bidang kerja lulusan. Dalam hal ini para mahasiswa yang “benar-benar” ingin menuntut ilmu di bidang IT dituntut kejelian dan kecermatannya dalam memilih jurusan yang sesuai dengan minatnya. Kompetensi setiap lulusan pada umumnya didesain sebagai berikut.

• Computer Engineering, Jurusan Siskom atau Tekom
Diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu mendesain dan mengimplementasikan sistem yang terintegrasi baik software maupun hardware.
• Computer Science, Jurusan TI atau ILKOM
Diharapkan menghasilkan lulusan dengan kemampuan yang cukup luas dimulai dari penguasaan teori (konsep) dan pengembangan software.
• Information System, Jurusan SI atau MI
Diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu menganalisis kebutuhan (requirement) dan proses bisnis (business process), serta mendesain sistem berdasarkan pada tujuan organisasi.
• Information Technology, Mata Kuliah Teknologi Infomasi
Diharapkan mahasiswa mampu bekerja secara efektif dalam merencanakan, mengimplementasikan, mengkonfigurasi dan memaintain infrastruktur teknologi informasi dalam organisasi.
• Software Engineering, Mata Kuliah Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)
Diharapkan mahasiswa mampu mengelola aktivitas pengembangan software berskala besar dalam tiap tahapannya (software development lifecycle).

Sedikit informasi, bagi anda yang memiliki minat dan bakat yang besar dibidang Desain Grafis dan Animasi (e.g Flash, Photoshop, CorelDRAW), ada baiknya anda masuk ke Jurusan Desain Komunikasi Visual yang ada di Fakultas Seni Rupa dan Desain. Karena jika anda memilih untuk masuk jurusan yang “beraromakan” IT, anda hanya akan “stuck by choice”, karena di sana anda akan dicekoki Coding, baik untuk Desktop Programming maupun Web Programming, hanya sedikit sekali Mata Kuliah yang akan meng-improve skill anda sebagai Desainer Visual.

OK, selamat memilih jalur dan karier hidup anda di Bidang IT… Semoga tidak salah jalan… See you later… :)

[EDWIN FERDIAN-COMPOSE]

Selengkapnya...

6/22/2009

8 Tipe Kepribadian yang Patut Dijauhi

Berikut adalah tipe-tipe kepribadian orang yang tak disukai dan bagaimana mengenalinya:

1. Manipulatif.
Tipe orang seperti ini memiliki taktik manipulatif yang canggih. Bahkan tak jarang, korban-korbannya tak menyadari sedang dimanipulasi. Kadang mereka sudah tahu "kartu" Anda, dan tak jarang memainkannya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dari Anda. Mereka patut dihindari, karena bisa "memakan" sistem kepercayaan diri Anda. Mereka bisa membuat Anda kehilangan identitas, prioritas diri, dan kemampuan Anda untuk membaca situasi. Tipe kepribadian seperti ini mampu mengubah dunia berpusat di sekitar dirinya, seputar kebutuhan dan prioritasnya.

2. Narsistik.
Tipe kepribadian seperti ini memiliki kepercayaan diri yang berputar di sekitar mereka. Mereka tak selihai tipe manipulatif, namun cenderung berlebihan dan sering merengek untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Anda pasti sering merasa ingin berkata kepadanya: “Dunia tak selalu tentang kamu. Saya tak harus selalu memikirkan keperluan kamu!” Masalahnya, tipe seperti ini sangat egois, selalu keluar kata-kata yang intinya mengutamakan kebutuhan mereka. Meskipun mereka sahabat Anda, tapi mereka tak begitu mempedulikan kebutuhan Anda.

3. Pemurung.
Tipe ini sulit melihat indahnya hidup. Jika Anda mengatakan bahwa ini adalah hari yang cerah dan menyenangkan, dia akan melihatnya dengan cara yang berbeda, bahwa cuaca cerah sebentar lagi pasti akan hujan atau lainnya. Jika Anda mengatakan bahwa Anda berhasil mendapatkan tender perusahaan di presentasi kemarin, dia akan berkata bahwa pelaksanaannya pasti akan berat. Tipe seperti ini akan membawa segala yang bahagia menjadi menyedihkan. Sebelum Anda sadari, sifat negatifnya akan memakan Anda dan Anda akan melihat segalanya berubah menyedihkan.

4. Tukang Kritik.
Ketika Anda melihat segalanya lucu dan menyenangkan, mereka akan berkata bahwa itu semua aneh dan tak menarik. Jika Anda mendapati pendapat orang lain yang berbeda, tipe akan menyatakannya sebagai pandangan yang salah. Jika Anda melihat cara berpakaian seseorang yang unik itu berbeda, mereka akan mencap cara pakaian yang unik justru norak. Tipe seperti ini pun bisa mendorong cara pandang Anda menjadi tipe yang pengkritik juga. Mereka bisa membuat seseorang merasa tak nyaman dan merasa selalu salah.

5. Negatif.
Tiap kali Anda memiliki ide, tipe seperti ini selalu melihat bagaimana ide itu akan sulit dijalankan. Ketika Anda berhasil meraih keberhasilan, ia akan berusaha menarik Anda jatuh. Seiring Anda bermimpi, ia akan menjadi orang pertama yang mengatakan bahwa hal itu mustahil. Tipe ini terjebak dalam dunianya sendiri dan terus bertanya kemungkinan terburuk dalam segala hal. Sulit mencoba hal baru. Kemajuan dan perubahan hanya bisa terjadi ketika seseorang mencoba dan menjalankan hal baru, serta memimpikan hal yang mustahil.

6. Tipe Basa-Basi.
Anda tak pernah merasa bahwa orang semacam ini tulus dalam hal apa pun. Jika Anda menceritakan cerita lucu, mereka hanya akan merespons dengan tawa seadanya. Ketika Anda sedang senang karena suatu hal, mereka juga merespons seadanya. Manusia menjalin hubungan berdasarkan rasa kedekatan tulus, namun tipe seperti ini sering berpura-pura. Tipe ini tak memiliki hubungan yang mendalam. Ketika Anda membutuhkan teman, mereka tak pernah ada. Ketika Anda butuh kritikan yang membangun, mereka hanya akan berkata bahwa Anda sudah cukup baik. Ketika Anda berkata bahwa Anda butuh dukungan, mereka akan lebih senang untuk melihat Anda jatuh atau tak berhasil.

7. Tak Sopan.
Orang-orang semacam ini akan berkata atau akan melakukan apa pun dengan cara yang tak sopan. Tak jarang, tipe ini menggunakan rahasia Anda untuk memperolok di depan banyak orang. Mereka selalu mau-tahu urusan orang lain. Tipe seperti ini tak memiliki batasan dan tak menghormati perasaan, atau pun privasi Anda. Tipe seperti ini akan membuat Anda merasa frustrasi atau tak dihormati. Sulit untuk berteman akrab dengan tipe yang senang merendahkan orang lain.

8. Tak Pernah Puas.
Anda tak pernah bisa membuatnya senang. Mereka akan menyia-nyiakan Anda, dan memberikan ekspektasi yang tak realistis. Tipe ini juga selalu mencari cara untuk menyalahkan Anda, dan tak pernah mau bertanggung jawab. Anda akan berusaha segenap tenaga untuk membuat mereka senang, meski akan mengorbankan waktu dan energi Anda.

Setiap kepribadian ini memiliki kesamaan:

1. Sekali mereka bisa menjalankan kebiasaan mereka pada Anda, mereka akan terus begitu.
2. Sayangnya, kebanyakan tipe ini tak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan itu salah dan hasilnya, mencoba menyadarkan kesalahan kepada mereka tak akan ada hasilnya.
3. Semakin tambah umur, sifat mereka akan makin menjadi-jadi, membuat dampak mereka pada diri Anda akan makin kuat.

Sejujurnya, hidup terlalu pendek untuk menghadapi "racun-racun" pada hidup. Jika memungkinkan, sebisa mungkin jangan bergaul terlalu lama dengan orang-orang yang berindikasi sifat seperti ini, dan mungkin Anda akan lebih bahagia.

[EDWIN FERDIAN-COMPOSE]

Selengkapnya...

5/14/2009

Tragedi Tenggelamnya Tampomas II

“Pergi! Jangan tonton kematian kami!”, teriak seorang penumpang Kapal. Makian-makian itu makin menjadi-jadi manakala kapal-kapal lain yang mencoba membantu malah menjauh dari kapal tersebut. 40 menit kemudian lenyaplah semua suara-suara dan makian-makian memilukan itu. Kapal tersebut akhirnya karam dan menghunjam dasar Laut Jawa pada siang hari naas tersebut, bersama semua skandal-skandal persoalan dan penyebabnya.
Bagi mereka yang hidup pada paruh pertama dekade 80-an, pastilah mengenal musibah ini, sebuah musibah yang menggemparkan Indonesia, dan tergolong sebagai Musibah Terparah Keempat Dunia. Tragedi Tenggelamnya KMP Tampomas II di Perairan Kepulauan Masalembo (114˚25’60” BT – 53˚0’0” LS), Laut Jawa pada tanggal 27 Januari 1981. Sebuah kapal “bekas” terbesar Indonesia yang dibeli dari Jepang.






SELAYANG PANDANG

KMP Tampomas II yang semula bernama MV Great Emerald diproduksi tahun 1956, tergolong jenis Kapal RoRo (Roll On-Roll Off) dengan tipe Screw Steamer berukuran 6139 GRT (Gross Registered Tonnage) dan berbobot mati 2.419.690 DWT (Dead-Weight Tonnage). Dimodifikasi ulang (Retrofit) tahun 1971 di Taiwan. Kapal ini berkapasitas 1250-1500 orang penumpang, dengan kecepatan maksimum 19.5 knot. Memiliki lebar 22 meter dan Panjang 125,6 meter.

Kapal ini dibeli oleh PT. PANN (Pengembangan Armada Niaga Nasional) dari Pihak Jepang, Comodo Marine Co. SA seharga US$ 8.3 Juta. Kemudian PT. PELNI (Pelayaran Nasional Indonesia) membeli secara mengangsur selama sepuluh tahun kepada PT. PANN. Berbagai pihak telah heran akan mahalnya harga kapal ini, mengingat pernah ditawarkan ke Perushaan Pelayaran Swasta lain hanya seharga US$ 3.6 Juta. Berbagai pihak, termasuk Jepang sendiri telah menyatakan kapal ini Afkir karena telah berumur 25 tahun.



Begitu dioperasikan, kapal penumpang ini langsung dipacu untuk melayani jalur Jakarta-Padang dan Jakarta-Ujungpandang yang memang padat. Setiap selesai pelayaran, kapal ini hanya diberi waktu istirahat selama 4 jam dan harus siap untuk melayani pelayaran selanjutnya. Perbaikan dan perawatan rutin terhadap mesin dan perlengkapan kapal pun hanya dapat dilaksanakan sekedarnya saja, padahal mengingat usianya yang sudah cukup berumur, seyogyanya kapal ini perlu mendapat perawatan yang jauh lebih cermat.

Namun dibalik semua kejanggalan itu, kapal ini memulai Pelayaran Perdananya menuju Ujungpandang pada bulan Mei 1980. Pada pelayaran ini pun, yang diikuti oleh beberapa anggota DPR, sempat menyaksikan sendiri dan turut pula mempertanyakan perihal mesin yang sering mengalami kerusakan selama perjalanan. Anggota DPR dari Fraksi PDI-P, Ahmad Soebagyo menyebutkan berbagai kejanggalan selama perjalanan diantaranya kapal yang berputar-putar dalam radius yang sama dikarenakan rusaknya salah satu Knop Otomatis pengatur mesin kapal, dan dibatalkannya Acara Show Kapal karena matinya aliran listrik dalam waktu yang lama.


LAUT JAWA, 24 – 27 JANUARI 1981

KMP Tampomas II bertolak dari Dermaga Tanjungpriok hari Sabtu, 24 Januari 1981 Pukul 19.00 WIB dengan tujuan Ujungpandang, perjalanan seyogyanya memakan waktu 2 hari 2 malam di atas laut, sehingga diperkirakan hari Senin, 26 Januari 1981 Pukul 10.00 WIB akan tiba. Seorang pemandu kapal menyebutkan bahwa salah satu mesin kapal telah mengalami kerusakan sebelum bertolak.

Kapal membawa Puluhan Kendaraan Bermotor termasuk Mesin Giling SAKAI, Skuter Vespa, dll yang diletakkan di Cardeck. Berdasarkan Data Manifest Kapal menyebutkan, terdapat 191 Mobil dan 200 Motor di atas kapal. Dalam Pelayaran tersebut, sebanyak 1055 Penumpang Terdaftar dan 82 Awak Kapal berada di atas kapal. Estimasi Total Penumpang adalah 1442 termasuk penumpang gelap.

24 Januari Malam, tidak terjadi apa-apa. Yang terlihat hanyalah Awan Senja yang memukau dan Pemandangan Laut Jawa yang datar. Namun diakui Ombak Januari memang sangat besar dibandingkan di bulan-bulan lain, Ombak setinggi 7-10 meter dengan kecepatan angin 15 knot sangat wajar terjadi. Di dalam kapal sendiri direncanakan sebuah Acara Show di Bar Kapal dengan Penyanyi Ida Farida dari Band Kapal. Namun berbagai tanda keanehan terjadi, diantaranya dibawakannya Lagu Salam Perpisahan oleh seorang yang bernama Ferry, yang kemudian tidak diketahui keberadaannya.

25 Januari Pagi, keadaan berlangsung seperti biasa. Namun, 25 Januari Malam, sekitar Pukul 20.00 WITA, dalam kondisi badai laut yang hebat, beberapa bagian mesin mengalami kebocoran bahan bakar, dan Puntung Rokok yang berasal dari ventilasi menyebabkan Percikan Api. Para kru melihat dan mencoba memadamkannya menggunakan Tabung Pemadam Portabel, namun gagal. Api semakin menjalar ke Kompartemen Mesin karena Pintu Dek terbuka. Akibatnya selama 2 jam tenaga utama mati, dan generator darurat pun gagal (Failure) dan usaha pemadaman pun dihentikan karena sudah tidak memungkinkan. Ditambah dengan Bahan Bakar yang “ternyata” masih terdapat disetiap Kendaraan, menyebabkan Api merambat dan membakar semua dek dengan cepat.



30 menit setelah Api Muncul, para penumpang diperintahkan menuju dek atas dan langsung menaiki sekoci. Namun hal ini berlangsung lambat, karena hanya ada 1 Pintu menuju Dek Atas. Begitu berada di Dek Atas, para ABK dan Mualim Kapal tidak ada yang memberitahu arah dan lokasi Sekoci. Beberapa ABK malah dengan egois menurunkan sekoci bagi dirinya sendiri. Dari 6 sekoci yang ada, masing-masing hanya berkapasitas 50 orang. Sebagian penumpang nekat terjun bebas ke Laut, dan sebagian lagi menunggu dengan panik pertolongan selanjutnya.

Tanggal 26 Januari Pagi, Laut Jawa dilanda Hujan yang sangat deras. Api mulai menjalar ke ruang mesin dimana terdapat bahan bakar yang tidak terisolasi. Akibatnya Pagi Hari tanggal 27 Januari, terjadi ledakan di Ruang Mesin dan membuatnya penuh oleh air laut. Ruang Propeller dan Ruang Generator turut pula terisi air laut, yang mengakibatkan Kapal miring 45 derajat.

Akhirnya pada siang hari tanggal 27 Januari 1981 Pukul 12.45 WIB atau Pukul 13.45 WITA (sekitar 30 jam setelah percikan api pertama), KMP Tampomas II tenggelam ke dasar Laut Jawa untuk selamanya, bersama 288 korban tewas di Dek Bawah.


EVAKUASI DAN AFTERMATH

Tanggal 25 Januari Pukul 23.00 WITA Syahbandar Ujungpandang (Pelabuhan Pangkalan Hatta), menerima berita dari KMP Wayabula, bahwa KMP Tampomas II terbakar di sekitar Perairan Kepulauan Masalembo, 220 Mil dari Ujungpandang. KMP Wayabula sendiri mendapat kabar dari KMP Sangihe yang sedang memberikan pertolongan kepada para korban KMP Tampomas II.



Nakhoda KMP Sangihe, Kapten Agus KS mengaku melihat Kepulan Asap sejak Pukul 06.00 WITA. Dengan spontan mereka mengarahkan kapal ke arah tersebut. 90 menit kemudian, sekitar 100 mil dari sumber asap, barulah dapat dipastikan bahwa KMP Tampomas II terbakar. Berita S.O.S segera dikirimkan ke Surabaya dan mendapat balasan agar mengawasi keadaan kapal dan mengkoordinir Tim SAR dari kapal lainnya. Namun akibat cuaca yang kurang bersahabat, sehari semalam KMP Sangihe hanya dapat menyelamatkan 149 orang.

Tanggal 26 Januari Pagi, KMP Sangata yang bermuatan Kayu sedang menuju Pagetan, Kalimantan Selatan untuk kemudian menuju Korea. Namun, mereka berhasil menangkap berita S.O.S dari Radio Surabaya atas dasar siaran dari KMP Sangihe, sehingga mereka mengubah haluan kapal berdasarkan koordinat yang diberikan, dengan kecepatan penuh. Pukul 10.30 WIB, kapal tiba di lokasi dan segera menurunkan jala-jala muat di kiri-kanan lambung kapal sepanjang 200 meter dan mencoba menghubungi KMP Tampomas II di bagian haluan.

Tanggal 26 Januari Malam, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Sekditjen PERLA) J.E. Habibie mengumumkan dalam Siaran TVRI bahwa KMP Tampomas II mengalami Kebakaran Kecil namun telah berhasil diatasi oleh ABK Kapal. Namun demikian, Kapal tetap harus menurunkan Jangkar untuk memperbaiki Mesin Kapal. Sebuah Pengumuman yang sangat menyesatkan dan merugikan, yang ditebus dengan kehilangan ratusan nyawa. J.E. Habibie beralasan bahwa ia mengumumkan demikian bertujuan untuk menenangkan Keluarga Penumpang Kapal. Namun konsekuensi yang dibayar sangat mahal, karena seluruh tenaga penolong dibatalkan karena “ucapannya”.



Tanggal 28 Januari, KMP Niaga XXIX merapat di Dermaga Pangkalan Hatta Ujungpandang, membawa 56 Orang Korban, 5 diantaranya berupa Jenazah. Kemudian menyusul KMP Sangata, membawa 169 Orang Korban, 1 diantaranya berupa Jenazah Anak Kecil.

Tanggal 29 Januari, KMP Ilmamui membawa 34 Orang Korban, semuanya dalam keadaan hidup. Menyusul KMP Adhiguna Kurnia, membawa 21 orang korban yang semuanya dalam keadaan hidup, namun cacat karena KMP Adhiguna Kurnia merapatkan badan kapal dengan KMP Tampomas II yang terbakar, sehingga banyak yang terjepit.

Sampai tanggal 29 Januari Tim SAR gagal melakukan pencarian karena besarnya badai laut, dan 5 hari kemudian 80 orang yang selamat dalam sekoci ditemukan 150 km dari lokasi kejadian karamnya Tampomas. Estimasi tim menyebutkan 431 tewas (143 ditemukan mayatnya dan 288 karam bersama kapal) dan 743 berhasil diselamatkan.

Tanggal 30 Januari, KMP Thamrin membawa 30 Jenazah, hanya seorang yang hidup termasuk Gadis Cilik berusia 3 Tahun. Menyusul kemudian KMP Wayabula membawa 36 korban dan 3 Jenazah.

Hari Terakhir tanggal 31 Januari, KMP Brantas yang datang dari Surabaya dengan Tenaga Pengobatan, menjaring 35 Jenazah, dan 1 Korban Kritis. Yang terakhir, Kapal Ivy berbendera Inggris, menyelamatkan 1 orang korban.

Tak ada pejabat yang bertanggung jawab, semuanya berujung dengan kesalahan awak kapal. Hasil penyidikan Kejaksaan Agung yang menugaskan Bob Rusli Efendi Nasution sebagai Kepala Tim Perkara pun tidak ada tuntutan kepada pejabat yang saat itu memerintah, salah satunya J.E. Habibie selaku Sekditjen PERLA. Skandal ini kemudian ditutup-tutupi oleh pemerintahan Suharto-Habibie, kendati banyak tuntutan pengusutan dari sebagian anggota parlemen. Dalam suatu acara dengar pendapat yang diadakan oleh DPR-RI tentang kasus ini, Menteri Perhubungan menolak permintaan para wakil rakyat untuk menunjukkan laporan Bank Dunia yang merinci pembelian kapal bekas seharga US$ 8.3 Juta itu. Makelar kapal Tampomas II — Gregorius Hendra yang mengatur kontrak pembelian antara Jepang dan pemerintah Indonesia itu juga lepas dari tuntutan Kejaksaan Agung.

REFERENSI LANJUT

Untuk lebih lengkapnya, silakan baca buku Tragedi Tenggelamnya Tampomas II Jilid Satu dan Jilid Dua. Khusus untuk Jilid Dua, dapat anda download dengan mengklik link di bawah ini.



[EDWIN FERDIAN--COMPOSE]

Selengkapnya...

4/13/2009

Tragedi Kereta 19-10-1987

Kali ini saya akan membahas mengenai Tragedi Kereta 19-10-1987, atau yang lebih dikenal sebagai Tragedi Bintaro yang terjadi pada tanggal 19 Oktober 1987 di Bintaro, Jakarta Selatan tepatnya di Lengkungan “S” sekitar 200 meter setelah Palang Pintu Pondokbetung dan 8 km sebelum Stasiun Sudimara. Berikut ini detik-detik yang menegangkan tersebut.

Tanggal 19 Oktober 1987 Pukul 06.45, akan menjadi detik-detik yang akan tercatat dalam Sejarah Perkeretapian Indonesia. KA 225 Jurusan Rangkasbitung-Jakartakota yang dipimpin oleh Masinis Slamet Suradio, Asisten Masinis Soleh serta Kondektur Syafei, berhenti di Jalur 3 Stasiun Sudimara dengan ± 700 penumpang dan ditarik oleh Lokomotif BB30316. Kereta tersebut bersilang dengan KA Cepat 220 Jurusan Tanah Abang-Merak yang dipimpin oleh Masinis Amung Sunarya dan Asisten Masinis Mujiono dengan ± 500 penumpang dan ditarik oleh Lokomotif BB30616, di Jalur 2 Stasiun Kebayoran Lama.

Di St. Sudimara sendiri, di Jalur 3 terdapat KA 1035 Indocement dan di Jalur 2 terdapat Gerbong Kosong Rusak. Menanggapi hal tersebut, Djamhari yang menjabat sebagai Kepala PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api) St. Sudimara, memberitahukan persilangan di St. Kebayoran Lama. Namun Umriyadi, Kepala PPKA St. Kebayoran Lama menolak pemindahan persilangan KA dan tetap meminta persilangan dilakukan di St. Sudimara. Yang kemudian akhirnya persilangan dilakukan di St. Sudimara.



Lalu Djamhari mengosongkan Jalur 2 untuk menampung KA Cepat 220 yang telah diberangkatkan Pukul 06.50 atas izin PPKA St. Kebayoran Lama, dengan memindahkan KA 225 ke Jalur 1. Djamhari memerintahkan Juru Langsir untuk melangsir KA 225 ke Jalur 1. Kemudian untuk memberi peringatan kepada Masinis dan penumpang, Juru Langsir mengibaskan Bendera Merah menuju Lokomotif KA 225 dan meniup peluit Semboyan 46 tanpa membatalkan perintah persilangan yang “terlanjur” diberikan kepada Masinis KA 225.

Masinis KA 225 mendengar Semboyan 46 Juru Langsir tersebut, tetapi ia tak dapat memastikan apakah telah ditunjukkan Semboyan 40 atau tidak (karena kondisi Lokomotif yang penuh sesak). Kemudian ia menanyakan kepada penumpang yang berdiri di luar Lokomotif, dan dijawab telah waktunya untuk berangkat. Masinis pun membunyikan Semboyan 41, disusul Semboyan 35. Ia tidak menyadari bahwa belum diberikan Semboyan 40 oleh PPKA St. Sudimara. Dan celakanya, ia mengira itu adalah semboyan yang telah diberikan PPKA adalah untuk memberangkatkan KA (berdasar jawaban penumpang), padahal itu adalah semboyan 46 untuk melangsir KA.



Akhirnya pukul 07.00 KA 225 pun berangkat tanpa izin dari PPKA St. Sudimara menuju “tujuan yang tak akan pernah tercapai”. Kontan semua petugas St. Sudimara panik hebat, terutama Juru Langsir yang kemudian mengejar KA 225 dan berhasil naik di Gerbong paling belakang. Beberapa Petugas KA pun mengejar dengan Motor. Djamhari pun mengibas-ngibaskan Bendera Merah dan menaikturunkan Sinyal Palang KA yang menggerakkan Sinyal Masuk arah Kebayoran Lama. Tapi tak satupun terlihat oleh Masinis KA 225. Kemudian Djamhari pun mengejar KA 225 dan berteriak-teriak, “Tolong… Pasti Tabrakan…Tolong… Pasti Tabrakan!!” Namun tak satupun usahanya membuahkan hasil, dan ia kembali ke St. Sudimara dan menghubungi PPKA St. Kebayoran Lama agar mengusahakan KA Cepat 220 diberhentikan di Palang Pintu Pondokbetung.

Djamhari akhirnya mencoba usaha terakhirnya dengan membunyikan Semboyan Bahaya ke Bel Genta Perlintasan. Namun sialnya, Petugas Palang Pintu Pondokbetung tidak hafal Semboyan Genta dan menganggapnya sebagai Bel Genta Percobaan. Akibatnya fatal, KA Cepat 220 berjalan lurus melewati Palang Pintu Pondokbetung tanpa diberhentikan oleh Petugas Palang Pintu Pondokbetung.

200 meter kemudian, Malaikat Maut pun turun ke bumi. KA 225 telah 8 km meninggalkan St. Sudimara dan berjalan Half-Speed (45 km/h), dan KA Cepat 220 berjalan Low-Speed (25 km/h). Mereka bertemu di Lengkungan “S”. Masinis KA 225, Slamet Suradio terkejut melihat KA Cepat 220, dan berusaha mengerem KA. Secara teoritis, hal tersebut tak akan berhasil, karena KA pada kecepatan 50 km/h saja membutuhkan 400 meter untuk dapat berhenti dengan total.

Pukul 07.10 suara benturan sangat keras mengiringi saling bertabrakannya kedua KA. Masinis & Asisten KA Cepat 220 selamat, karena berjongkok di Lantai Lokomotif. Namun Masinis & Asisten KA 225 luka parah. Karena Massa yang sangat besar, mengakibatkan masing-masing Lokomotif seakan tertelan masing-masing Gerbong (Telescopic Effect). Berdasarkan informasi dari Harian Suara Pembaruan, 72 orang tewas seketika, 200 lebih tewas karena sekarat, 300 lebih luka-luka.



Tragedi ini sangat mengguncangkan Indonesia, terutama Jakarta. Dan dikategorikan sebagai Kecelakaan KA Terbesar se-Indonesia. Sebelumnya, tanggal 20 September 1968, kecelakaan serupa pernah pula terjadi di Desa Ratujaya, Depok (sekitar 1 km setelah St. Depok), antara Kereta Cepat dan Kereta Lambat, 116 orang tewas seketika dan 67 orang luka-luka.

Kamus Kecil:
1.Semboyan 35: Ketika Masinis membunyikan Horn (Klakson) KA, sebagai Tanda KA akan diberangkatkan
2.Semboyan 40: Ketika Petugas Peron memberikan Sinyal Hijau kepada Kondektur KA, tanda jalur telah aman untuk dilalui
3. Semboyan 41: Ketika Kondektur membunyikan Peluit sebagai respon atas dimengertinya Semboyan 40 yang telah diberikan
4.Semboyan 46: Ketika Juru Langsir meniup peluit dan mengibaskan Bendera Merah, sebagai tanda kepada masinis dan penumpang bahwa KA akan segera dilangsir

Sumber:

1.Indonesian Railfans Community – www.semboyan35.com
2.Harian Suara Pembaruan, 19 Oktober 1987

Catatan:
1.Lokomotif KA Cepat 220 adalah BB30616, namun dalam ilustrasi menggunakan BB30617
2.Lokomotif KA 225 adalah BB30316, namun dalam ilustrasi menggunakan BB30317

[EDWIN FERDIAN-COMPOSE]

Selengkapnya...